Dimensia bertambah, jamaah Calon Haji diminta jaga kesehatan diri

Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dr Enny Nuryanti mengatakan jumlah pasien dimensia bertanbah banyak.

Update: 2024-05-29 14:14 GMT
Sumber foto: Kepala Klinik KKHI Mekkah, dr Enny Nuryanti (foto : Hilman MCH 2024)

Elshinta.com - Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dr Enny Nuryanti mengatakan jumlah pasien dimensia bertanbah banyak.

Hingga Selasa pagi (28/5/2024) Waktu Arab Saudi (WAS), dari 57 pasien yang dirawat di klinik KKHI, pasien kejiwaan mencapai 18 jemaah. Di mana, pasien yang menderita dimensia 12 jemaah.

Menurut dr Enny, dimensia merupakan penyakit terbanyak kedua setelah pnemonia.

“Pnemonia terbanyak yang dirawat, setelah itu dimensia lalu dispepsia (keluhan lambung),” ujar Enny kepada tim Media Center Haji 2024 di Kantor KKHI, Makkah.

Menurut Enny mayoritas pasien adalah lansia. “Untuk yang dimensia di atas 60 tahun, ada yang 70 tahun dan 80 tahun,” ujarnya.

Pasien dimensia yang mandiri akan dikembalikan ke kloternya. Namun, lanjutnya, ada kasus di mana kloternya menolak. “Teman sekamarnya enggak mau, ya mau gimana lagi, kami rawat dulu sambil edukasi pada jemaah oleh tim kesehatan kloter,” kata dr Enny.

Untuk penyakit dimensia, kata  dia, sulit untuk melakukan pencegahannya karena ini faktor usia. Hal yang paling mungkin dilakukan adalah support dari lingkungan.

Sejak klinik KKHI beroperasi, sebanyak 78 pasien telah dirawat inap dan 137 jemaah rawat jalan. “Untuk jemaah yang dirujuk ke RS Arab Saudi sebanyak 85 orang, sebagian sudah pulang,” katanya.

Seperti diketahui pada  penyelenggaran haji tahun ini, sekitar 45 ribu jemaah usianya di atas 60 tahun atau kategori lansia.

Tags:    

Similar News