Prioritaskan kesehatan jemaah, skema murur sukses lancarkan ibadah haji 2024

Elshinta.com - Skema murur yang diterapkan pada pelaksanaan ibadah haji 1445 Hijriah berjalan sesuai rencana dan dinilai sukses. Skema ini juga menghindarkan jemaah dari kelelahan selama pelaksanaan prosesi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. 

Update: 2024-06-27 13:15 GMT
Sumber Foto: Yuniar K/MCH 2024

Elshinta.com - Skema murur yang diterapkan pada pelaksanaan ibadah haji 1445 Hijriah berjalan sesuai rencana dan dinilai sukses. Skema ini juga menghindarkan jemaah dari kelelahan selama pelaksanaan prosesi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. 

Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Haji Kementerian Kesehatan (kemenkes), Dr Liliek Marhaendro menilai skema murur sebagai terobosan dari Kemenag sangat bagus dan terbilang sukses. 

“Jadi kami menilai bahwa  murur atau yang melintas di Muzdalifah  dari Arafah, ini merupakan  terobosan yang sangat bagus dari Kemenag, dan Alhamdulillah itu juga sudah mendapatkan restu   dari  ulama-ulama kita, yang dari segi kesehatan  tebtu memang memberikan kontribusi positif.” terang Liliek. 

Liliek juga menambahkan skema murur memberikan dampak kesehatan yang baik bagi jemaah haji Indonesia tahun ini. 

“Jadi, ini adalah  indikasi atau indikator  bahwa murur ini  memang memberikan dampak kesehatan buat jemaah haji yang cukup bagus,  karena memang  waktu yang ditempuh untuk  biasnaya melalui Muzdalifah  bisa dihemat dan mereka bisa memanfaatkan untuk istirahat di Mina.” tegas Liliek. 

Lebih lanjut Liliek menambahkan rekomendasi terkait pelayanan kesehatan bagi jemaah haji di musim haji tahun depan. Menurutnya, Kemenag harus memperketat screening kondisi kesehatan jemaah yang akan berangkat ke tanah suci.

“Ya, tahun depan saya pikir memang yang pertama pastinya  screening untuk menentukan  jemaah yang istithaah ini yang bisa berangkat.  Itu mesti kita perketat lagi  supaya memang yang benar-benar berangkat adalah  benar-benar mereka bisa nanti mengikuti rangkaian  ibadah haji secara paripurna.” paparnya. 

Liliek menambahkan, rekomendasi didasarkan pada kejadian tahun ini, masih ada jemaah yang sama sekali belum melihat Ka’bah hingga prosesi haji selesai. 

“Jangan sampai  seperti sekarang ini masih ada jemaah kita yang  ke Masjidil Haram pun belum.  Lihat Ka'bah pun belum. Itu yang kita usahakan  supaya nanti yang berangkat benar-benar yang sehat  dan mereka semuanya bisa melaksanakan rangkaian ibadah haji secara sempurna.” imbuhnya.

Tags:    

Similar News