FIB UB gelar sarasehan keberagaman

Sekolah Keragaman merupakan program unggulan kegiatan Kelompok Kajian (KK) Wargakarta Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB). KK Wargakarta adalah sebuah study group berisikan dosen-dosen di FIB UB yang berkonsentrasi pada pengolahan isu-isu multikulturalisme dan kewargaan dalam menjalankan aktivitasnya.

Update: 2024-08-09 16:05 GMT
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Sekolah Keragaman merupakan program unggulan kegiatan Kelompok Kajian (KK) Wargakarta Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB). KK Wargakarta adalah sebuah study group berisikan dosen-dosen di FIB UB yang berkonsentrasi pada pengolahan isu-isu multikulturalisme dan kewargaan dalam menjalankan aktivitasnya.

Ketua Program Sekolah Keragaman (SK), Dr. Sigit Prawoto, mengatakan bahwa kegiatan ini membawa misi untuk membangun kehidupan masyarakat inklusif dengan merangkul berbagai kalangan pemangku kepentingan di wilayah Malang Raya. Sekolah Keragaman telah berlangsung sejak masa pandemi Covid-19 hingga tahun 2024 ini dengan melibatkan kelompok mitra-sasaran program yang berbeda-beda, SK1 bersama Mahasiswa, SK2 dengan masyarakat Desa dan SK3 dengan masyarakat Sekolah Menengah Umum.

Selain itu, Program Sekolah Keragaman juga membangun jejaring lintas instansi dalam konteks kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Dr. Hipolitus H Keweul selaku ketua KK Wargakarta mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan ini adalah bentuk tanggung jawab akademik dan sosial serta perwujudan olah pikir dan perenungan dari setiap dosen yang tergabung dalam KK Wargakarta ini.

Sebagai kegiatan yang telah berlangsung empat tahun, KK Wargakarta berkeinginan menggelar sebuah aktivitas publik yang diberi nama “Sarasehan Refleksi Empat Tahun Program Sekolah Keragaman: Peran Perguruan Tinggi dalam Membangun Komunitas Inklusif.” Acara ini digelar di Aula lantai 2 Gedung A FIB UB pada Jumat (9/8). Acara ini diselenggarakan dalam bentuk showcase atau diseminasi berjalannya Program Sekolah Keragaman dari tahun 2020 hingga 2024 beserta capaian-capaiannya dalam mengkampanyekan kehidupan multikultural dan inklusif di lingkungan masyarakat Malang Raya.Dalam kegiatan ini, terdapat beberapa mata acara pokok yaitu pemutaran film dokumenter “Sekolah Keragaman 1, 2, dan 3”, presentasi interaktif (performative lecture) dari Tim Wargakarta, serta diskusi dan dialog tentang keberlanjutan semangat Sekolah Keragaman dengan elemen masyarakat terkait.

“Kami berharap Program Sekolah Keragaman dapat membangun potensi jaringan untuk memperluas kerja sama dalam bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis multikulturalisme, inklusivisme, dan kesetaraan, serta terwujudnya praktik baik dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat,” tandasnya.

Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc. turut hadir secara daring. Pada kesempatan ini, Prof. Widodo menyampaikan terima kasih kepada USAID, khususnya kepada Tim Harmoni USAID atas dukungan yang sangat berharga terhadap kegiatan Tri Dharma di UB. Dan dukungan yang diberikan bukan hanya memperkuat kapasitas institusi (UB, red), tetapi juga membuka jalan bagi kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan dalam mendukung pengembangan masyarakat dan pendidikan Indonesia.

“Kerja sama ini sangat berarti bagi kami, dan kami berharap dapat terus berjalan dan berkembang, serta membawa manfaat yang lebih besar ke depannya. Dengan semangat yang sama, kami juga berkomitmen untuk melanjutkan dan memperluas inisiatif ini agar dapat memberikan dampak yang lebih luas dan positif bagi masyarakat,” ucap Prof. Widodo yang memberikan sambutan secara online seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Jumat (9/8). 

Tags:    

Similar News