Sanggar Debu Jalanan kenalkan jurnalistik pada kaum muda dan difabel
Sanggar Debu Jalanan Majalengka yang berlokasi di Desa Anggrawati, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat kembali menggarap ide-ide kreatif.
Elshinta.com - Sanggar Debu Jalanan Majalengka yang berlokasi di Desa Anggrawati, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat kembali menggarap ide-ide kreatif.
Sanggar yang konsen merangkul anak-anak jalanan dan kaum difabel untuk bisa setara dalam pendidikan ini, juga juga mengenalkan kepada mereka dunia penulisan dan jurnalistik termasuk pada anak-anak muda yang ada di desa setempat.
Pengenalan menulis dan jurnalistik, seperti yang dilakukan sanggar Debu Jalanan dalam workshop menulis berita kolaborasi dengan Kemendikbud RI dan Badan Bahasa Indonesia.
"Kegiatan hari ini tuh kita ada dua kegiatan, yang pertama tuh kegiatan seminar untuk literasi dini, dan yang kedua workshop terkait jurnalistik dan pemberitaan," ungkap Ketua Yayasan Ciremai Bakti Nusantara, Egi Trialogi, Minggu (6/10) lalu.
"Yang seminar literasi itu sasarannya untuk masyarakat umum khususnya para ibu-ibu, yang tujuannya untuk mengedukasi masyarakat terkait dengan pentingnya literasi dini. Nah untuk acara yang kedua itu workshop terkait dengan jurnalistik dan pemberitaan, sasarannya itu adalah teman-teman komunitas yang pesertanya ini ada sebanyak 25 orang," imbuhnya.
Egi berharap ilmu dan pengalaman yang diberikan dalam workshop tersebut akan menginspirasi mereka setidaknya kata dia peserta tertarik untuk menjadi jurnalis warga atau citizen journalism.
"Jadi untuk follow-upnya memang kita harapkan teman-teman itu mungkin sederhananya bisa membuat pemberitaan kayak di blog seperti itu ya. Memang outputnya kesana gitu. Jadi kita ke depan akan pantau juga teman-teman yang ikut pelatihan hari ini tuh sehingga nanti kegiatan ini tuh memang berdampak gitu," paparnya.
Untuk itu, Sanggar Debu Jalanan yang diketuai Eva Puspita Dewi ini menghadirkan sedikitnya empat jurnalis untuk memperkenalkan jurnalistik dasar, serta peran wartawan dalam dunia pemberitaan atau penulisan berita.
"Dan kenapa kami menghadirkan teman-teman jurnalis juga, minimalnya mereka tuh punya dasar gimana sih kalau mau membuat berita walaupun dilakukan secara mandiri ataupun hanya sekedar di media sosial. Dan harapannya tadi memang jauhnya sih mereka punya blog sendiri," pungkasnya.
Sementara, salah satu peserta penyandang disabilitas Mumu Muhari (26), warga Desa Enggalwangi, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, mengaku tertarik dengan workshop jurnalistik.
Kendati harus menempuh jarak jauh, Mumu yang memiliki keterbatasan fisik terlihat bersemangat dan antusias, untuk mengikuti workshop jurnalistik yang digelar sanggar debu jalanan.
"Ke sini dijemput sama Pak Egi, biar bareng aja di jalannya," kata Mumu seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Selasa (8/10).
Mumu yang bercita cita menjadi konten creator melalui kegiatan sehari-harinya, juga mengaku senang saat mendapatkan pemaparan tentang jurnalistik.
"Saya pengin bikin konten-konten di media sosial, semacam Facebook kayak gitu. Sebelumnya belum pernah bikin konten, dengan ikut kegiatan ini siapa tahu kedepannya bisa menambah ilmu," ungkapnya.
Mumu yang juga merupakan atlet renang difabel berprestasi ini, mengaku akan membuat vlog tentang kesehariannya baik sebagai pedagang, maupun aktivitas lainnya termasuk renang.
"Kegiatan sehari-hari. Untuk memotivasi orang lain juga mungkin, ya. Saya juga kan sekarang jadi atlet lah gitu, nah itu mungkin bisa dimasukin konten kayak gitu. Kayak kegiatan renang, atau kegiatan di rumah lagi jualan gitu," ucapnya.
Disamping itu, Mumu juga mengaku bangga, pasalnya saat ia hadir mengikuti workshop jurnalistik, ia juga oleh Sanggar Debu Jalanan dinobatkan sebagai Duta Difabel, karena selain berprestasi dalam bidang olah raga, Mumu juga bersemangat melanjutkan pendidikan setara SMA atau paket C dan mendapatkan beasiswa.