BKKBN dorong Program Makan Gizi Gratis tepat sasaran
Sebagai Koordinator dalam penurunan Stunting di Indonesia, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan membantu dan mempercepat Program Makan Gizi Gratis yang digagas pemerintahan selanjutnya Prabowo Gibran dapat tepat sasaran. Hal tersebut dikatakan Plt Kepala BKKBN Sundoyo dalam acara Pembelajaran dan Praktik Baik Implementasi Program PASTI di Jakarta.
Elshinta.com - Sebagai Koordinator dalam penurunan Stunting di Indonesia, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan membantu dan mempercepat Program Makan Gizi Gratis yang digagas pemerintahan selanjutnya Prabowo Gibran dapat tepat sasaran. Hal tersebut dikatakan Plt Kepala BKKBN Sundoyo dalam acara Pembelajaran dan Praktik Baik Implementasi Program PASTI di Jakarta.
"Sasaran Makan Gizi Gratis ada banyak variabel, dari Keluarga, ibu hamil, dan anak sekolah. Untuk itu BKKBN akan dorong program makan Gizi Gratis dengan menempatkan Tim Pendamping Keluarga di setiap kelurahan dan kecamatan agar program tersebut tepat sasaran," ujar Sundoyo.
BKKBN akan membantu dalam penyampaian data by name dan by adress kepada Badan Gizi Nasional, sehingga manfaatnya dirasakan tepat sasaran dari Program Makan Gizi Gratis
"Kami mempunyai data sampai dengan tingkat keluarga, yang didata oleh Tim Pendamping Keluarga, dan data tersebut akan kami elaborasikan kepada Badan Gizi Nasional agar bisa tepat sasaran untuk penurunan angka stunting, baik dari Ibu Hamil dan Anak anak disekolah," lanjut Sundoyo.
Tim Pendamping Keluarga menurut Sundoyo berperan sangat penting untuk menyampaikan data akurat kepada pemerintah karena disana ada variabel ibu hamil, ibu sedang menyusui dan balita dalam keluarga tersebut. Sehingga adanya Program Makan Gizi Gratis menjadi tepat sasaran.
Penurunan angka stunting tidak bisa dilakukan secara eksklusif tetapi Inklusif dengan bekerja sama dengan berbagai pihak dari dalam pemerintahan maupun private sector.
Sundoyo menambahkan asupan gizi, asi eksklusif, imunisasi dasar merupakan tindakan yang sangat berpengaruh. Sehingga jika dilakukan secara konsisten akan menurunkan angka stunting, dan bisa mengakselerasi dari 5 hingga 20 tahun mendatang. "Jika seperti itu Visi Indonesia Emas 2045 akan terwujud dengan SDM yang unggul dan berdaya saing tinggi," harap Sundoyo.
Sementara itu dalam Program PASTI (Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia) ada 4 provinsi yang mengalami penurunan signifikan diantaranya Banten, Jawa Timur, NTT dan NTB. Masing- masing provinsi tersebut melakukan upaya penurunan angka stunting. Seperti NTB memanfaatkan Dana Desa 10 persen untuk penurunan stunting, NTT, dengan pendampingan perkeluarga dan penyuluhan sampai dengan puskesmas, dan Jawa Timur yang melakukan sosialisasi dan membeli bahan makanan produk lokal untuk masyarakat yang masuk dalam variabel penurunan stunting. (Mur)