Erlinda MPd anggap cantik dan wangi jadi nilai tambah
enjalani kegiatan sebagai aktivis tak menghalangi Erlinda MPd untuk tetap menjaga penampilan. Berkutat dengan kasus-kasus kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak-anak, Staf Ahli Madya Kantor Staf Kepresiden (KSP) ini tak lupa untuk mematut diri.
Elshinta.com - Menjalani kegiatan sebagai aktivis tak menghalangi Erlinda MPd untuk tetap menjaga penampilan. Berkutat dengan kasus-kasus kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak-anak, Staf Ahli Madya Kantor Staf Kepresiden (KSP) ini tak lupa untuk mematut diri.
“Mungkin pendapat saya tidak sama dengan perempuan-perempuan lainnya. Kecantikan memang bukan nomor satu. Tapi buat saya bisa jadi nilai tambah,” paparnya dalam podcast Women Value di YouTube Elshinta, beberapa waktu lalu.
Kepada host Krisanti, dalam wawancaranya perempuan berdarah Palembang ini menjelaskan meski disibukkan dengan kegiatan menghadapi beragam kasus tak mengenakkan dan menguras emosi, dia selalu memperhatikan penampilannya. “Menghadapi korban-korban tersebut bisa jadi kalau kita cantik, bersih wangi dan senyum manis akan bikin nyaman (mereka) juga kan,” jelasnya.
Selain itu penampilan resik juga menjadi nilai tambah tersendiri saat dirinya menjalani diskusi atau debat dalam mempertahakan pemikiran dengan berbagai kalangan termasuk pihak-pihak pengambil keputusan. “Dengan bahasa lugas dan senyum manis, bisa saja yang awalnya kita dipandang sebelah mata, tapi bisa berubah di mata orang lain,” tambahnya.
Erlinda mengecam pendapat bahwa perempuan cantik biasanya tak pintar. “Maaf nih ada yang anggap perempuan cantik biasanya tolol. Nggak ada otaknya. Kata siapa? Saya patahkan pendapat itu. Buktinya, ini ya doakan saja pas ultah Maret 2025 saya sudah meraih gelar doktor,” tandasnya.
Erlinda selain dikenal sebagai aktivis yang membela kaum perempuan dan anak-anak yang mengalami kekerasan, juga sempat sibuk sebagai tenaga ahli madya Kantor Staf Kepresidenan (KSP) di mana pemerintahan Jokowi. Ibu dua anak ini juga sempat aktif sebagai komisioner KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia). Kini Kak Erlinda, sapaan akrabnya sibuk dengan Yayasan yang dikelolanya. (Ter)