HGN ke-79, guru diminta ikuti perkembangan IT
Memperingati Hari Guru Nasional dan HUT ke-79 PGR di Boyolali, Jawa Tengah, dilaksanakan upacara bendera di Alun alun Kidul oleh ratusan guru dan para siswa.
Elshinta.com - Memperingati Hari Guru Nasional dan HUT ke-79 PGR di Boyolali, Jawa Tengah, dilaksanakan upacara bendera di Alun alun Kidul oleh ratusan guru dan para siswa. Sebagai inspektur upacara adalah Bupati Boyolali M. Said Hidayat. Bupati mengatakan, membangun Kabupaten Boyolali ini merupakan peran penting para pendidik (guru) semuanya.
“Profesionalisme para guru dalam mendidik memberikan ilmu kepada anak anak di Boyolali. Kalau kami ibaratkan para guru ini yaitu pohon pohon yang berbuah, artinya pohon yang memberikan kemanfaatan,” kata Bupati dalam sambutannya, Senin (25/11).
Dikatakan Bupati, para guru tersebut bagian dari mempersiapkan generasi kedepan dalam rangka membangun Boyolali yang lebih baik.
“Di Hari Guru Nasional ini kami ucapan terima kasih para guru semuanya. Sebab, para guru ini peran terpenting dalam menyiapkan generasi muda yang akan datang, demi membangun Boyolali yang lebih baik,” kata Bupati Muhamad Said Hidayat seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Boyolali Supana mengatakan, saat ini para guru dihadapkan dengan era peningkatan kompetensi yang menuju pada Merdeka Belajar, artinya guru dituntut untuk benar benar memahami IT.
"Guru sekarang dituntut menuju merdeka belajar, artinya guru dituntut benar benar menguasai perkembangan IT,” katanya.
Ke depan, lanjut Supana, peran guru tetap menjadi leadership di kelas menjadi pengajar dan pendidik yang dapat mencetak generasi muda berbakat.
“Kami berikan support teman teman guru. Mereka dituntut menjadi leadership di kelas sebagai pengajar dan pendidik mencetak generasi muda berprestasi, baik itu terkait kesejahteraan para guru agar mereka bekerja lebih nyaman,” terang dia.
Supana menjelaskan, sampai saat ini di Boyolali masih kekurangan guru dari tingkat SD dan SMP sebanyak 1.700 guru. Pada 2024 ini rencananya akan diadakan rekrutmen CPNS dan P3K, dengan rekrutmen CPNS tersebut nantinya dapat menambah jumlah guru di Boyolali.
“Di Boyolali masih kekurangan guru sebanyak 1.700, angka tersebut memang dari pemerintah tidak ada rekrutmen guru. Namun pada tahun 2024 ini aka nada rekrutmen CPNS dan P3K,” tandasnya.