UPN Veteran Yogyakarta terus gelorakan semangat bela negara di era digital
Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta telah memasuki usia ke 66 tahun. Memperingati puncak Dies Natalis ke-66 perguruan tinggi berjuluk kampus Bela Negara ini dilakukan dengan menggelar Sidang Terbuka Senat pada Senin (16/12/2024).
Elshinta.com - Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta telah memasuki usia ke 66 tahun. Memperingati puncak Dies Natalis ke-66 perguruan tinggi berjuluk kampus Bela Negara ini dilakukan dengan menggelar Sidang Terbuka Senat pada Senin (16/12/2024).
Tema yang diusung pada Dies Natalis ke-66 yaitu “Toward Golden Indonesia & Smart Society with Bela Negara” yang mengokohkan cita-cita pendiri UPN Veteran Yogyakarta untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional, khususnya dalam menjawab tantangan perkembangan masyarakat digital dan berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045
Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Mohamad Irhas Effendi, M.S., mengatakan, pada usia yang ke 66 tahun, UPN Veteran Yogyakarta terus berkembang dan berkontribusi dalam melahirkan pionir-pionir pembangunan yang dilandasi nilai-nilai Bela Negara pada era disrupsi ini.
Perayaan Dies Natalis ke-66 tidak hanya memperingati perjalanan panjang Kampus Bela Negara sejak berdiri, tetapi juga sebagai titik tolak memperkokoh visi universitas sebagai Pionir Pembangunan yang Dilandasi Jiwa Bela Negara di Era Global.
“Berbagai dinamika kelembagaan, tantangan dan tuntutan yang dihadapi, tidak menyurutkan UPN Veteran Yogyakarta untuk terus berpartisipasi dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter Bela Negara,” ujar Rektor seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Selasa (17/12).
Dengan semangat Dies Natalis ke-66, Rektor bertekad menjadikan UPN Veteran Yogyakarta sebagai institusi pendidikan yang relevan dan responsif terhadap perkembangan dan tantangan era revolusi industry 4.0 dan society 5.0. Oleh sebab itu, setiap lulusan UPN Veteran Yogyakarta dibekali dengan literasi digital yang mencakup empat pilar, yaitu: digital skill, digital culture, digital etic, dan digital safety.
Selain visi Indonesia Emas 2045, UPN Veteran Yogyakarta juga siap menjawab tantangan society 5.0 yang merupakan era dimana teknologi seperti kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), dan big data digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan menyelesaikan masalah sosial.
“Semangat Bela Negara di era digital adalah kewajiban warga negara untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif yang baik dan bermanfaat,” ucap Rektor.
Pada usia yang ke 66 tahun ini, UPN Veteran Yogyakarta terus berbenah untuk mempersiapkan transisi penting dalam status kelembagaannya, yaitu menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Perubahan status dari PTN dengan pola pengelolaan keuangan BLU menuju PTN-BH memungkinkan UPN Veteran Yogyakarta menjadi perguruan tinggi yang lebih fleksibel dan mandiri, sekaligus dapat meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Secara kelembagaan, untuk mendukung aktivitas akademik dan non-akademik, UPN Veteran Yogyakarta terus berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur sarana dan prasarana. Upaya ini sebagai langkah strategis menuju PTN-BH, yang mempunyai kewajiban untuk terus memperluas cakupan, melakukan diversifikasi, dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Kami sudah menyiapkan sarana dan prasarana, antara lain membangun gedung kuliah, laboratorium terpadu, penambahan lift, penambahan dan renovasi ruang kuliah, data center, command center, migas center, peresmian Ruang Meeting Widya Patra sumbangan dari Purnomo Yusgiyantoro Center (PYC), peresmian Patung Darma, dan Pojok Statistik yang dirancang dalam bentuk smart campus serta ramah difabel karena kami konsen kepada inklusivitas. Kami juga mempersiapkan fasilitas untuk kegiatan non-akademik salah satunya bagi Unit Kegiatan Mahasiswa,” papar Rektor.
UPN Veteran Yogyakarta akan mengembangkan kurikulum yang mendukung MBKM dan berstandar internasional dan mengembangkan tata kelola pelaksanaan kegiatan MBKM dan prestasi mahasiswa. Kemudian juga mencanangkan internasionalisasi kegiatan dosen dan mahasiswa yang mendukung kinerja institusi dan pengembangan kebijakan yang mendorong prestasi dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan.
Penguatan kelembagaan menuju transformasi kelembagaan menjadi PTN-BH dan penguatan hilirisasi hasil riset juga menjadi program prioritas.
UPN Veteran Yogyakarta juga akan mengembangkan kerjasama internasional dalam mendukung kinerja Tridharma Perguruan Tinggi, optimalisasi badan pengembangan usaha, dan mempercepat pelaksanaan pembangunan sesuai roadmap Pembangunan Gedung UPN Veteran Yogyakarta.