Menag: Pemerintah siap selenggarakan ibadah haji tahun 2025
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pemerintah sangat siap untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025/1446 H, apalagi ada Badan Penyelenggara Haji yang memberikan dukungan kepada Kementerian Agama.
Elshinta.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pemerintah sangat siap untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025/1446 H, apalagi ada Badan Penyelenggara Haji yang memberikan dukungan kepada Kementerian Agama.
"Presiden Prabowo sangat konsen terhadap pelaksanaan ibadah haji dan jemaah haji, bagaimana dilakukan lebih tertib, lebih mudah, murah. lebih efisien, efektif dan yang paling penting lebih segar dan lebih sehat kembali dengan haji mabrur," jelas Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam wawancara Khusus Talk Highlight Radio Elshinta yang dipandu Suwiryo, Senin 23/12/2024 di Gd Kemenag Lapangan Banteng Jakarta Pusat.
Menurut Nasarudin Umar, dalam pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji pihaknya mengedepankan kualitas jemaah haji bukan kuantitasnya.
Lebih lanjut Nasarudin mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya telah menyampaikan hal ini kepada pemerintah Saudi Arabia melalui Menteri Haji agar pendampingan jemaah ditambah.
"Kan ada kebijakan dari pemerintah Arab Saudi para pendamping jemaah haji seluruh dunia dikurangi 40 persen. Padahal jamaah dari Indonesia menunggu 40 hingga 48 tahun, sehingga rata-rata jamah haji dari indonesia sudah tua. Jika pedampingnya dikurangi setengahnya maka dalam satu pesawat hanya 3 orang pendamping,"ujar Nasarudin Umar.
Selain itu Nazarudddin Umar juga mengatakan tentang terobosan-terobosan dalam penyelenggaraan haji mendatang.
"Insya Allah kita berdoa mudah-mudahan pelaksanaan ibadah haji yang akan datang ini ada banyak terobosan-terobosan ada namanya tanazul, dan tidak turun dari kendaraan saat mabit karena macet yang fiqhnya sudah disetujui', ungkap Nasaruddin Umar.
Nasaruddin Umar juga mengatakan satu hal yang sedang diperjuangkan melalui majelis ulama, karena dirinya minta pendapat kepada Menteri Haji Arab Saudi apakah boleh kambing dam disembelih di Indonesia.
"Kambingnya dari indonesia, dipotong di Indonesia, pasti peternak kambing bukan main 220.000 kambing bukan jumlah sedikit, nah itu dalam era penciptaan gizi baik untuk masyarakat kita sejalan, apalagi ditambah dengan hewan kurban luar biasa kaya akan protein.
Menurut menag adanya usulan tersebut pemerintah Arab Saudi menyambut positif dan lebih senang dengan usulan tersebut karena tidak membani pemerintah arab saudi.
Penulis : M. Muslichun