Kepala BP Haji lantik Pejabat Eselon di masjid: Ingat amanah

Badan Penyelenggara Haji Indonesia (BP Haji) memilih Masjid sebagai lokasi pelantikan 35 pejabat eselon II hingga IV. Langkah itu disebut sebagai sebuah langkah simbolis yang mencerminkan komitmen BP Haji terhadap integritas, kesederhanaan, dan amanah.

Update: 2024-12-30 12:41 GMT
Kepala BP Haji, Mochamad Irfan Yusuf dan wakil, di sela-sela pelantikan, di Masjid Al Ikhlas, Kantor Kementerian Agama, akarta Pusat, Senin (12/30/2024) Foto: Rama Pamungkas

Elshinta.com - Badan Penyelenggara Haji Indonesia (BP Haji) memilih Masjid sebagai lokasi pelantikan 35 Pejabat Eselon II hingga IV. Langkah itu disebut sebagai sebuah langkah simbolis yang mencerminkan komitmen BP Haji terhadap integritas, kesederhanaan, dan amanah.

"Kami ingin pelantikan ini menjadi refleksi mendalam bahwa mengemban amanah di BP Haji adalah tugas yang sangat mulia sekaligus berat. Pelantikan di masjid adalah pengingat bahwa tanggung jawab ini harus dilakukan dengan penuh keikhlasan, mengingat BP Haji bertugas melayani umat Islam dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT," ujar Kepala BP Haji, Mochamad Irfan Yusuf di lokasi pelantikan, di Masjid Al Ikhlas, Kantor Kementerian Agama, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (12/30/2024). 

Irfan mengatakan, pelantikan di masjid dipilih dengan berbagai pertimbangan penting. Sebagai lembaga yang masih dalam proses penyiapan infrastruktur dan sarana kantor, BP Haji memanfaatkan masjid sebagai lokasi pelantikan. Lebih dari itu, masjid dipandang sebagai tempat yang tepat untuk mengingatkan para pejabat bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.

Sementara, Wakil Kepala BP Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak menambahkan, simbolisme pelantikan ini selaras dengan semangat reformasi pelayanan haji yang lebih berintegritas dan efisien.

 "Pelantikan di masjid juga merupakan komitmen kami untuk menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual dan moral dalam pengelolaan ibadah haji. Jabatan adalah amanah besar, dan kami berharap seluruh pejabat yang dilantik dapat menjaga integritas dan profesionalitas mereka," ujar Dahnil.

Ia menambahkan, sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menghindari kegiatan seremonial yang menghabiskan banyak biaya, BP Haji juga ingin menegaskan wajah baru pengelolaan haji yang lebih sederhana, transparan, dan akuntabel.

Pelantikan kali ini juga memiliki ciri khas unik, di mana seluruh pejabat mengenakan pakaian formal berupa jas dan sarung, sebagai simbol kesederhanaan ala pesantren. "Kesederhanaan dan perjuangan adalah nilai-nilai yang ingin kami teguhkan, tidak hanya dalam cara berpakaian, tetapi juga dalam cara kami melayani umat," tambah Dahnil.

Pada pelantikan ini, BP Haji mengedepankan integritas sebagai syarat utama rekrutmen pejabat. Beberapa mantan penyidik KPK yang dikenal berintegritas, serta individu dari institusi seperti TNI dan kejaksaan, juga bergabung untuk memperkuat BP Haji. "Kami berharap kehadiran mereka dapat membawa nilai-nilai baik dan menciptakan budaya kerja baru di BP Haji yang berlandaskan integritas," tambah Irfan Yusuf.

Melalui pelantikan ini, kata Irfan, BP Haji menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi umat Islam Khususnya dalam Penyelenggaraan Haji dan menjaga amanah besar ini dengan penuh tanggung jawab.

 

Penulis: Rama Pamungkas/Ter

 

 

 

 

Tags:    

Similar News