Tekan kasus PMK, Dirjen Peternakan dan Disnakan Boyolali vaksin sapi di Andong

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian bersama Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Peternakan Kabupaten Boyolali melakukan vaksinasi terhadap ternak sapi di Desa Kedungdowo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali.

Update: 2025-01-15 14:43 GMT
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian bersama Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Peternakan Kabupaten Boyolali melakukan vaksinasi terhadap ternak sapi di Desa Kedungdowo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali pada Selasa (14/1/2025). Hal ini dilakukan guna menekan jumlah kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sedang meningkat di Jawa Tengah utamanya di Boyolali.

Sintong Hutasoit, selaku Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian di Andong, Boyolali mengatakan, di provinsi Jawa Tengah secara global terjadi peningkatan kasus PMK di sentra sentra ternak yang populasinya cukup padat, utamanya di Kabupaten Blora, Grobogan, Sragen dan Kabupaten Wonogiri.

"Memang terjadi peningkatan kasus yang dimulai dari awal Desember 2024 hingga saat ini. Tapi tak perlu khawatir sebenarnya, dengan adanya peningkatan kasus, pemerintah pusat dengan dinas propinsi dan kabupaten kota, kita segera melakukan tindakan bersama giat vaksinasi dan pengobatan terhadap ternak ternak yang kalau untuk vaksinasi untuk kegiatannya harus betul-betul ternak itu sehat," kata Sintong Hutasoit seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Rabu (15/1). 

Lebih lanjut Sintong mengatakan, ternak ternak yang sakit tak dilakukan vaksinasi, tetapi dilakukan pengobatan untuk tingkatkan daya tahan tubuhnya. Pihaknya menyarankan kepada para peternak agar memberikan pakan yang baik terhadap sapi. "Dengan harapan saya imunitas ternak meningkat, sehingga jika terkena virus PMK maka memiliki kekebalan," ujarnya.

."Indonesia sekarang, sampai tanggal 13 ini memang terjadi kasus tersebut sebanyak 17 ribu. Tetapi sudah terkendali dan menurun dan sekarang sudah mulai landai. Karena telah dilakukan pengobatan. Kami berharap di akhir Januari hingga Februari, sudah tak ada lagi kasus PMK," kata Sintong.

Dikatakan Sintong, PMK ini sudah endemis di Indonesia. Sebelumnya Indonesia telah bebas kasus PMK hampir 30 tahun. Dan kasus PMK kembali terjadi di Indonesia dimulai April 2022 hingga sekarang. Artinya kondisi ini memang terjadi peningkatan kasus. Hal ini dimungkinkan disebabkan ternak-ternak sebelumnya yang dilakukan vaksinasi di awal-awal tahun 2024. Idealnya ternak-ternak tersebut harus divaksin dua kali setahun.

"Mungkin ada peternak yang hanya melakukan vaksin sekali, nah mendekati akhir 2024, mungkin antibodynya menurun. Ini yang bisa terkena inveksi. Sehingga terjadi peningkatan kasus," kata Sintong.

Pemerintah pusat, khusus untuk Jawa Tengah, tutup Sintong telah mendistribusikan vaksin 400 ribu dosis dalam setahun dan tahap awal 40 ribu dosis.

Tags:    

Similar News