KLH dan Pemerintah Norwegia perluas kolaborasi di sektor lingkungan hidup

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Kerajaan Norwegia membahas peluang perluasan kerja sama di sektor lingkungan hidup.

Update: 2025-02-19 18:07 GMT
Sumber foto: M Irza Farel/elshinta.com.

Elshinta.com - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Kerajaan Norwegia membahas peluang perluasan kerja sama di sektor lingkungan hidup. Kerja sama ini akan berfokus pada mitigasi perubahan iklim, pengurangan emisi gas rumah kaca, serta pemanfaatan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Hendropriyono mengatakan dalam pertemuan dengan Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia, Andreas Bjelland Eriksen, keduanya telah diskusi terkait berbagai isu penting lingkungan strategi untuk mengurangi emisi serta dampaknya. 

"Kami juga setuju bahwa insiatif ini bukan hanya untuk mengurangi emisi, tetapi juga untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Dengan visi bersama, kita bisa mencapai pembangunan yang berkelanjutan," Kata Wamen LH  Diaz dalam keterangan pers di Kantor KLH, Jakarta, Rabu (19/2/25).

Diaz melanjutkan, dalam pertemuan itu juga turut membahas berbagai sektor terkait penanganan perubahan iklim, seperti contoh pengelolaan sampah dan rehabilitas Mangrove. Selain itu Indonesia dan Norwegia juga menyoroti peluang kerja sama di dalam perdagangan karbon, karena mengingat Indonesia Baru saja meluncurkan perdagangan karbon internasional pada tahun lalu.

Dikesempatan yang sama , Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia Andreas Bjelland Eriksen mengapresiasi hubungan kerja sama yang telah terjalin lama antara Indonesia dan Norwegia, khususnya dalam pendanaan berbasis kontribusi atau result-based contribution untuk mendukung upaya menekan emisi gas rumah kaca di Indonesia. 

Melalui Kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi kedua negara dan Norwegia membuka peluang untuk memperluas kemitraan dengan Indonesia. 

"Saya melihat potensi besar dalam kolaborasi yang dapat kita bangun. Kita bisa berkolaborasi dalam banyak isu, tidak hanya dalam mempercepat pengurangan emisi, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang bernilai bagi Indonesia," tutup Andreas seperti dilaporkan Reporter Elshinta, M Irza Farel, Rabu (19/2).

Tags:    

Similar News