Ramadan Di Istiqlal: Kunjungan Paus ke Masjid Istiqlal, Simbol perdamaian dan kepedulian global
Kunjungan Paus ke Masjid Istiqlal menjadi momen bersejarah yang menunjukkan simbol toleransi dan perdamaian dunia. Deklarasi Istiqlal menyoroti pentingnya persatuan antarumat beragama serta kepedulian terhadap isu global seperti konflik dan perubahan iklim.
Elshinta.com - Kunjungan Paus Fransiskus ke Masjid Istiqlal menjadi salah satu peristiwa monumental yang menarik perhatian dunia. Dari tujuh negara yang dikunjungi, Indonesia menjadi sorotan utama, terutama ketika Paus mengunjungi Masjid Istiqlal. Momen ini menjadi viral, menunjukkan nilai toleransi dan persaudaraan antaragama yang kuat.
Dalam kunjungan tersebut, terjadi peristiwa bersejarah ketika Imam Besar Masjid Istiqlal dan Paus Fransiskus saling berpelukan dan memberikan salam hormat satu sama lain. Foto yang menggambarkan kehangatan ini menjadi simbol perdamaian dunia yang nyata, sebuah tindakan yang terjadi secara alami tanpa rekayasa.
Deklarasi Istiqlal: Menyatukan Umat untuk Perdamaian
Salah satu poin penting dari kunjungan ini adalah Deklarasi Istiqlal yang disampaikan oleh kedua pemimpin agama tersebut. Deklarasi ini menyoroti berbagai isu global, termasuk:
1. Konflik Global dan Kekerasan Atas Nama Agama
Paus Fransiskus dan Imam Besar Masjid Istiqlal menegaskan bahwa agama tidak boleh digunakan sebagai alat legitimasi untuk kekerasan. Mereka mengutuk perang yang sedang berlangsung, seperti konflik Rusia-Ukraina dan tragedi di Palestina, yang banyak menelan korban jiwa tak berdosa.
2. Krisis Lingkungan dan Perubahan Iklim
Deklarasi ini juga menyoroti betapa seriusnya kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai belahan dunia. Kedua pemimpin agama menyerukan agar nilai-nilai agama dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Dalam konteks ini, agama dapat menjadi bahasa universal yang lebih mudah dipahami dibandingkan retorika politik atau birokrasi.
Menurut laporan PBB, perubahan iklim telah menyebabkan kematian lebih dari satu juta orang, jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan korban dari perang dan konflik bersenjata. Hal ini menjadi pengingat bagi seluruh umat manusia untuk lebih peduli terhadap bumi.
Agama sebagai Katalisator Perdamaian dan Keberlanjutan
Kunjungan Paus ke Masjid Istiqlal dan deklarasi yang dihasilkan dari pertemuan tersebut membuktikan bahwa agama bisa menjadi alat untuk membangun solidaritas dan solusi atas berbagai tantangan global. Dengan menjadikan ajaran agama sebagai inspirasi untuk menjaga perdamaian dan lingkungan, dunia dapat bergerak menuju masa depan yang lebih harmonis.
Momen ini menjadi refleksi bagi semua pihak untuk lebih memahami esensi agama sebagai perekat peradaban, bukan sebagai pemicu perpecahan. Mari kita jadikan nilai-nilai luhur agama sebagai sumber energi positif dalam membangun dunia yang lebih baik dan lebih damai.
Ramadhan Di Istiqlal, bersama Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Prof DR. K.H. Nasaruddin Umar, MA. Setiap hari selama ramadhan 1446 H pukul 09.00 WIB.
Acara ini di dukung oleh Direktorat Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama RI dan Badan Pengelola Keuangan Haji BPKH RI.