Api lalap Pasar GS Jumaah Purwakarta, 14 mobil pemadam dikerahkan
Komplek pertokoaan GS Pasar Jumaah di Jl. Sudirman Purwakarta, Jawa Barat terbakar hebat, Jum'at (21/3).
Elshinta.com - Komplek pertokoaan GS Pasar Jumaah di Jl. Sudirman Purwakarta, Jawa Barat terbakar hebat, Jum'at (21/3).
Sekitar 17 unit pemadam kebakaran dari Pemkab Purwakarta dan juga perusahaan dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang membakar pertokoan itu.
Berdasarkan pantauan Kontributor Elshinta, Tita Sopandi, para petugas pemadam kebakaran terus berupaya untuk memadamkan api yang terus merambat ke semua toko yang ada.
Api diduga berasal dari salah satu toko yang berada di bagian sudut kiri, yang kemudian menyambar travo gardu listrik yang ada di belakang pertokoan yang saat itu meledak.
Kejadian diperkirakan pukul 07.00 WIB dan pedagang sudah mulai membuka tokonya masing-masing. Bahkan para pembeli sudah banyak yang datang untuk berbelanja dan akan membeli kebutuhan untuk lebaran seperti pakaian dan sepatu karena di pertokoan ini rata-rata penjual menjual pakaian dan sepatu.
Salah seorang pedagang di pertokoan GS yaitu Omah mengatakan, api semakin membesar bahkan sudah merambat ke bagian tengah pusat pertokoan yang diperkirakan ada 200 toko tapi tidak beroperasi semua.
Menurut Omah para pedagang yang ada di pertokoan GS tidak bisa menyelamatkan barang-barangnya karena panik setelah mendengar bunyi ledakan dari gardu listrik kemudian api langsung membesar membakar toko yang ada.
Padahal para pedagang baru berbelanja dengan stok banyak untuk persiapan para pembeli memenuhi kebutuhan lebaran.
Sementara menurut Sekda Pemkab Purwakarta, Norman Nugraha, bahwa ada sekitar 169 toko yang ada di komplek pertokoan GS dan hanya 69 toko yang beroperasi.
Api yang membakar pertokoan itu berhasil dipadamkan setelah 4 jam dengan mengerahkan 14 mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Purwakarta dan juga perusahaan swasta ditambah 3 unit tangki air sehingga semuanya berjumlah 17 unit.
"Saat ini tinggal 7 unit pemadam kebakaran yang masih melakukan pendinginan," kata Norman.
Menurut Norman, diharapkan 2 sampai 3 jam kedepan para petugas dapat menyisir lokasi bangunan yang terbakar.
Sementara untuk para pedagang yang menjadi korban kebakaran akan dicarikan solusi untuk direlokasi, tapi saat ini pihaknya masih fokus pada pendinginan terlebih dahulu.
Norman menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut, dan untuk kerugian belum bisa ditaksir karena masih melakukan pendataan.