Isu lingkungan diangkat di Puteri Indonesia 2025
Puncak acara Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia tahun 2025 akan berlangsung pada tanggal 2 Mei 2025. Kegiatan pra-karantina dan karantina kandidat Putri Indonesia akan di mulai pada tanggal 14 April 2025 hingga 1 Mei 2025. Saat ini para finalis Putri Indonesia tengah mempersiapkan untuk tahap seleksi, termasuk penguasaan Issue yang akan di bawa dalam ajang kompetisi nantinya.
Elshinta.com - Puncak acara Grand Final Pemilihan Puteri Indonesia tahun 2025 akan berlangsung pada tanggal 2 Mei 2025. Kegiatan pra-karantina dan karantina kandidat Putri Indonesia akan di mulai pada tanggal 14 April 2025 hingga 1 Mei 2025. Saat ini para finalis Putri Indonesia tengah mempersiapkan untuk tahap seleksi, termasuk penguasaan Issue yang akan di bawa dalam ajang kompetisi nantinya.
Salah satu finalis Puteri Indonesia tahun 2025 Lailani Fitrah Ramadhani yaitu Perwakilan DKI Jakarta 6 akan membawa advokasi bertajuk #TrashToTreasure. Lailani menyoroti tentang isu lingkungan saat berlenggang di ajang Puteri Indonesia 2025 Mei mendatang.
“Advokasi Trash To Treasure sudah saya lakukan sejak Juli 2023, jauh sebelum kompetisi. Makna dari Trash To Treasure yakni saya ingin masyarakat sadar bahwa sampah atau trash dapat menjadi sesuatu yang bernilai atau treasure,” kata Lailani di Jakarta, Minggu (23/3/2025).
Permasalahan lingkungan dapat teratasi salah satunya dengan melakukan pemilahan sampah dan memanfaatkannya kembali untuk menjadi sebuah bentuk baru yang bernilai. Lailani juga ikut serta dalam acara yang bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai permasalahan lingkungan.
“Advokasi saya dimulai karena melihat permasalahan lingkungan yang tidak ada ujungnya. Saya ingin meningkatkan awareness masyarakat tentang isu lingkungan, terutama limbah plastik dan karton. Limbah tersebut bisa diolah kembali menjadi sebuah karya atau kriya,” katanya.
Lailani berharap advokasinya dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. “Yang nantinya karya atau kriya tersebut bisa menjadi salah satu sumber pemasukan untuk masyarakat yang membuat kriya tersebut” tambahnya.
Dengan motto: “From Nothing to Something,” ia yakin bahwa setiap individu mempunyai potensi untuk bertransformasi menjadi versi terbaik dari dirinya. Ia berkomitmen mendorong perubahan kelestarian lingkungan dan membawa dampak positif bagi kemandirian masyarakat yang berkelanjutan melalui platform Puteri Indonesia.
Selain itu sebagai perwakilan DKI Jakarta 6, Lailani akan menampilkan pesona budaya DKI Jakarta yang mendalam dan beragam, dalam rangka melaksanakan misi sosial dan budaya yang diemban oleh Yayasan Puteri Indonesia.
Penulis: Ter