Sekjen NU Gus Ipul: Kader NU harus jadi penggerak bangsa

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, menegaskan pentingnya peran kader NU dalam membangun bangsa. Ia mengingatkan bahwa kader NU memiliki tugas besar yang tak sekadar bersifat administratif.

Update: 2025-04-28 14:29 GMT
Gus Ipul di hadapan 2.200 kader penggerak NU Kendal, Jawa Tengah, Minggu (27/4/2025).. Foto: Kemensos RI

Elshinta.com - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, menegaskan pentingnya peran kader NU dalam membangun bangsa. Ia mengingatkan bahwa kader NU memiliki tugas besar yang tak sekadar bersifat administratif.

“Kader NU harus menjadi benteng agama sekaligus benteng kebangsaan, berakar pada akidah Ahlussunnah wal Jamaah, dan berbuah dalam kerja nyata untuk umat dan tanah air,” kata Gus Ipul di hadapan 2.200 kader penggerak NU Kendal, Jawa Tengah, Minggu (27/4/2025).

Acara yang turut dihadiri para kiai, ulama, serta kader NU ini menegaskan kembali bahwa menjadi kader NU berarti mengemban amanah besar dengan menjaga peradaban Islam Nusantara serta membangun Indonesia yang adil, makmur, dan beradab.

Gus Ipul juga mengutip pesan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari tentang pentingnya menanamkan cinta tanah air sebagai bagian dari iman. Ia juga mengingatkan pentingnya inovasi di tengah perubahan zaman, sebagaimana diajarkan KH. Wahab Hasbullah, serta menjaga harmoni agama dan negara seperti yang ditekankan KH. Bisri Syansuri.

“Seluruh kader NU jangan hanya aktif di masjid, tetapi juga di kampus, pabrik, pasar, kantor pemerintahan, hingga dunia maya. Di era modern ini, kader NU harus menjadi pelopor inovasi, menguasai teknologi, dan memperkuat ekonomi umat, sambil tetap membawa semangat dakwah yang menghidupkan harapan dan persatuan,” lanjut Gus Ipul.

Lebih jauh, Gus Ipul menekankan bahwa Indonesia adalah hasil perjuangan para ulama dan pejuang, bukan sekadar hadiah yang diberikan begitu saja.

“Indonesia adalah amanah, bukan hadiah. Menjaganya adalah ibadah, membangunnya adalah jihad. Setiap jengkal tanah air adalah hasil perjuangan para ulama dan pejuang terdahulu,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul mengajak seluruh kader NU untuk terus memperkuat barisan, menjaga niat suci, dan berinovasi dalam berdakwah dengan pendekatan akhlakul karimah.

“Kita harus meneruskan model dakwah para ulama pendahulu kita. Dakwah yang merangkul, bukan memukul. Dakwah kita harus menghidupkan harapan, bukan menebar ketakutan. Dakwah kita menggunakan bahasa cinta, bukan bahasa marah. Dakwah yang mengajak, bukan mengejek. Dakwah yang mempersatukan, bukan memecah belah,” ujar Gus Ipul menutup pidatonya.

Penulis: Rizky Rian Saputra/Ter

Tags:    

Similar News