Pemprov Jateng targetkan rehabilitasi lebih 1.000 RTLH untuk entaskan kemiskinan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat dalam upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem di wilayahnya.

Update: 2025-05-15 23:11 GMT
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat dalam upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Usai pembangunan 1.200.000an Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada tahun 2024, pihaknya masih memiliki target untuk merehabilitasi lebih dari 1 juta rumah lagi pada tahun 2025 ini.

Demikian dikatakan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi dalam peninjauan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Selondoko, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, pada Kamis (15/5) sore.

Ahmad Luthfi mengungkapkan, untuk mencapai target rehabilitasi RTLH tersebut, Pemprov Jateng mengalokasikan anggaran untuk pembangunan RTLH di masing-masing kabupaten. Saat ini sudah berjalan sebanyak 17.000 rumah di wilayah Jateng. 

Menurutnya, program ini akan berjalan secara simultan di seluruh wilayah. "Bahkan untuk bulan Mei ini saja, sudah ada sekitar 1.000 rumah yang mulai direhabilitasi. Selain itu, bantuan dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait juga akan menyasar wilayah Banyumas dengan target 500.000 rumah. 

"Artinya, RTLH ini akan kita genjot untuk membantu masyarakat," kata Ahmad Lutfi di Desa Selondoko, Boyolali seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto.

Dikatakan lebih lanjut, ketentuan rumah yang akan direhabilitasi adalah rumah milik sendiri, tidak dalam sengketa, berstatus hak milik dan telah diverifikasi oleh dinas terkait di masing-masing daerah. Pihaknya memastikan, program RTLH ini akan merata di seluruh wilayah Jawa Tengah. 

Dalam pelaksanaannya, Pemprov Jateng akan menggandeng TNI/Polri dalam membangun RTLH. Target penyelesaian setiap rumah yang direhabilitasi adalah dua minggu dengan alokasi anggaran sebesar Rp20 juta per unit, meliputi perbaikan atap, lantai dan dinding.

Terkait hal ini, salah seorang pemilik rumah yang akan direhab, Wagiman (70) warga Desa Selodoko, Ampel, Boyolali, mengaku sangat senang dengan program ini. Awalnya, Mbah Wagiman sempat menolak, namun setelah dikunjungi langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, ia akhirnya bersedia rumahnya direhab dalam waktu dekat. 

Alasan penolakan sebelumnya adalah keterbatasan dana untuk menutupi kekurangan biaya. Namun, kini Mbah Wagiman bersedia karena selain bantuan dari pemerintah provinsi, kekurangan dana juga akan dibantu secara gotong royong oleh warga masyarakat.

"Remen sanget (senang sekali-red) mas," ujarnya. 

Sementara itu Ketua RT setempat, Dahono menjelaskan, program RTLH sangat membantu warga Desa Selodoko. Ia menyebutkan bahwa untuk tahap ini, hanya rumah Mbah Wagiman yang akan direhabilitasi dengan alokasi dana Rp 20 juta. 

"Kekurangan dananya, nanti akan dibantu warga serta dukungan dari TNI dan Polri," jelasnya.

Dahono memperkirakan bahwa proses rehabilitasi rumah Mbah Wagiman akan segera dimulai dalam waktu dekat, kemungkinan pada pekan depan.

Tags:    

Similar News