KP2MI: Pembangunan infrastruktur harus sejahterakan pekerja migran

 Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur harus berdampak pada kesejahteraan rakyat, termasuk pekerja migran.

Update: 2025-06-11 20:47 GMT
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani (tengah) saat menghadiri pembukaan International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta pada 11 Juni 2025. (ANTARA/HO-KP2MI)

Elshinta.com - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur harus berdampak pada kesejahteraan rakyat, termasuk pekerja migran.

"Infrastruktur bukan hanya fondasi pertumbuhan ekonomi, tapi juga berdampak langsung terhadap perlindungan, mobilitas, dan kesejahteraan, utamanya bagi pekerja migran Indonesia," kata dia.

Dia mengatakan hal itu saat menghadiri pembukaan Konferensi Infrastruktur Internasional (International Conference on Infrastructure/ICI) 2025 yang digelar di Jakarta pada Rabu (11/6), seperti dikutip dalam keterangan Kementerian P2MI (KP2MI). Christina menilai konferensi bertajuk "Sustainable Infrastructure for the Future: Innovation and Collaboration" itu menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Dia mencontohkan kebijakan pemerintahan yang telah mengalokasikan 20.000 rumah bersubsidi untuk pekerja migran. Christina berharap forum tersebut tidak hanya menghasilkan rencana inovasi teknis dan kebijakan pembangunan, tetapi juga membuka ruang bagi integrasi aspek sosial.

Sementara itu, Menteri Koordinator Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan ICC 2025 sejalan dengan agenda pemerintah yang menjamin masa depan bangsa lewat ketahanan pangan, ketahanan air, dan energi yang didukung infrastruktur yang terintegrasi, berkeadilan, dan berkelanjutan.

"Artinya ada investasi besar dalam infrastruktur," kata Agus, yang biasa dipanggil AHY.

Infrastruktur yang dimaksud, kata dia, adalah infrastruktur yang menurunkan biaya logistik dan meningkatkan produktivitas, serta infrastruktur yang menjamin air untuk pertanian, energi untuk industri, dan perumahan untuk pekerja. Infrastruktur lainnya adalah infrastruktur yang meningkatkan mobilitas kota, menghubungkan wilayah terpencil, dan menarik investasi ramah iklim.

"Infrastruktur adalah fondasi pertumbuhan yang inklusif dan berkualitas. Jika dibangun dengan kebijaksanaan, ketahanan, dan keadilan, kita tidak hanya akan mencapai pertumbuhan tinggi, tapi juga menjaganya secara berkelanjutan," kata AHY.

Dia berharap ICC 2025 tidak hanya menjadi sebuah forum, tetapi menjadi landasan aksi nyata dan transformatif.

"Harus menjadi landasan aksi nyata dan transformatif. Satu dekade ke depan akan menentukan arah masa depan Indonesia. Keberhasilan kita akan sangat bergantung pada apa yang kita bangun, bagaimana kita membangunnya, dan untuk siapa pembangunan itu ditujukan," katanya, menambahkan.

Tags:    

Similar News