Kemensos salurkan bantuan korban tanah longsor di Purwakarta

Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak bencana tanah longsor dan pergerakan tanah di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Update: 2025-06-16 14:47 GMT
Bantuan dari Kemensos disalurkan untuk warga terdampak tanah bergerak di Purwakarta, Minggu (15/6/2025). Foto: Humas Kemensos

Elshinta.com - Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak bencana tanah longsor dan pergerakan tanah di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

“Setelah kejadian, Pak Menteri Sosial (Saifullah Yusuf) langsung berikan arahan sehingga kami langsung menyalurkan bantuan logistik kepada korban bencana tanah longsor di Purwakarta. Bantuan disalurkan bertahap melalui Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat,” ujar Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Masryani Mansyur, di Jakarta, Minggu (15/6/2025) malam.

Bantuan tahap pertama senilai Rp21,6 juta mencakup 13 paket kidsware, 30 selimut, 5 terpal, dan 1 paket penjernih air. Selanjutnya, pada tahap kedua, Kemensos menyalurkan bantuan senilai Rp233,3 juta yang meliputi perlengkapan dapur umum, tenda keluarga, kasur, makanan siap saji, paket sandang, hingga family kit, demikian siaran pers yang diterima Elshinta, Senin pagi.

Selain bantuan dari pemerintah pusat, dukungan dari APBD II Kabupaten Purwakarta juga turut disalurkan. Bantuan tersebut berupa makanan ringan, susu, radio, popok dewasa, dan perlengkapan sekolah seperti seragam dan sandal jepit.

Menurut laporan dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Purwakarta dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, bencana ini berdampak pada 56 kepala keluarga atau 206 jiwa. Sebanyak 84 jiwa dari 26 kepala keluarga masih mengungsi. Hingga saat ini, tercatat 72 rumah mengalami kerusakan dengan total area terdampak mencapai hampir 19 ribu meter persegi.

Sebagai langkah penanganan, aliran listrik di lokasi bencana dipadamkan sementara. Petugas juga telah memasang garis pengaman dan terus memantau potensi gerakan tanah susulan, serta membantu proses evakuasi ke kantor desa.

Tanah longsor pertama terjadi pada 20 April 2025 dan diikuti oleh pergerakan tanah pada 23 April, 19 Mei, dan terakhir pada 11 Juni pukul 20:32 WIB. Faktor penyebab mencakup curah hujan tinggi, kemiringan lereng yang curam tanpa tutupan vegetasi yang memadai, serta sistem drainase yang kurang optimal.

Wilayah terdampak meliputi Kampung Cigintung dan Kampung Sukamulya, yang berada di zona kerentanan gerakan tanah kategori menengah.

Penulis: Rizky Rian Saputra/Ter

Tags:    

Similar News