Timsus 08 temukan ribuan rokok ilegal di Tanjung Perak
Ribuan rokok ilegal tanpa pita resmi Bea Cukai yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Jawa Timur, berhasil ditemukan Timsus 08, eks anggota Tim Mawar Kopassus.
Elshinta.com - Ribuan rokok ilegal tanpa pita resmi Bea Cukai yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Jawa Timur, berhasil ditemukan Timsus 08, eks anggota Tim Mawar Kopassus.
Adapun penemuan ribuan rokok ilegal itu juga melibatkan TNI-Polri, Badan Intelijen Strategis (BAIS) dan Badan Intelijen Negara (BIN).
Eks anggota Tim Mawar Kopassus, Fauka Noor Farid mengatakan laporan terkait temuan peredaran rokok ilegal tersebut telah dilaporkan ke Direktorat Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai, Letjen (Pur) Djaka Budhi Utama.
"Ini hasil investigasi kita dibantu TNI-Polri, serta koordinasi dengan BAIS (Badan Intelijen Strategis) dan BIN (Badan Intelijen Negara)," kata Fauka kepada awak media di Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (30/6/2025).
Ironisnya, lanjut Fauka, dari hasil investigasi diduga ada keterlibatan oknum pejabat yang membantu meloloskan ribuan rokok ilegal masuk ke Indonesia.
Namun sayangnya, Fauka tak membocorkan oknum pejabat yang terlibat. Ia hanya menyebut tindakan dilakukan dari oknum pejabat tersebut telah mengakibatkan negara mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.
Pasalnya rokok ilegal yang ditemukan dan disita petugas patutnya dimusnahkan, bukan justru tetap dibiarkan beredar ke masyarakat dan mengakibatkan hilangnya pendapatan negara.
'Seharusnya pendapatan masuk negara malah masuk ke kantong oknum tadi. Soal oknumnya siapa sudah kami sebutkan di laporan ke pak Dirjen, nanti biar pak Dirjen dan jajarannya yang mengusut," ujarnya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Heru Lianto, Senin (30/6).
Fauka optimis kasus peredaran ribuan rokok ilegal melalui Pelabuhan Tanjung Perak dapat terungkap oleh rekannya tersebut.
Apalagi, saat Presiden RI Prabowo Subianto menunjuk Djaka sebagai Direktur Jenderal Bea Cukai, Djaka diberi tugas untuk meningkatkan pendapatan negara di sektor Bea Cukai.
Timsus 08 akan terus melakukan pengawasan membantu meningkatkan pendapatan negara, khususnya di sektor ekspor-impor dan rokok ilegal sebagaimana instruksi Prabowo.
"Kenapa kami melaporkan ini, karena instruksi pak Prabowo jelas bahwa Bea Cukai harus dapat meningkatkan pendapatan negara. Ya kita cuma membantu saja," pungkasnya.