BMKG: Tidak ada lagi sebaran abu vulkanik di ruang udara Mabar

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan berdasarkan pantauan satelit tidak ada lagi sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di ruang udara Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur.

Update: 2025-07-09 19:26 GMT
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan berdasarkan pantauan satelit tidak ada lagi sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di ruang udara Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur.

"Sudah bebas sebaran abu vulkanik," kata Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Maria Seran di Labuan Bajo, Rabu.

Maria menambahkan walaupun ruang udara Manggarai Barat bebas dari sebaran abu vulkanik, namun masyarakat diminta untuk tetap mengenakan masker.

Hal tersebut dilakukan agar menghindari dampak abu vulkanik bagi kesehatan masyarakat.

"Imbauan memakai masker tetap ada karena abu vulkanik yang jatuh ke permukaan pada dua hari lalu masih ada di sekitar kita," ujarnya.

Partikel abu vulkanik ini, lanjut dia, tidak dapat terdeteksi lagi oleh satelit karena sudah terlalu halus dan ringan, namun tetap berbahaya bagi kesehatan jika terhirup.

"Apalagi angin saat ini cukup kencang yang dapat membawa partikel abu vulkanik tadi melayang di sekitar kita," katanya.

Ia juga meminta masyarakat agar jangan terlalu panik terkait sebaran abu vulkanik dengan memastikan informasi terkait hal tersebut bersumber dari pihak yang berkompeten dan terverifikasi kebenaran informasinya, serta tetap mengikuti arahan dan imbauan pemerintah setempat.

"Pastikan informasi yang diterima hanya bersumber dan terverifikasi dari pihak-pihak yang berwenang," katanya.

Terpisah, Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi Laki-laki mencatat Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur (Flotim), mengalami erupsi sebanyak tiga kali pada Rabu, periode pengamatan pukul 00:00 WITA hingga pukul 06:00 WITA.

"Gunung kabut 0-I hingga kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati," demikian disampaikan Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Lewotobi Laki-laki Herman Yosef S Mboro dalam laporan yang diterima di Labuan Bajo, Rabu.

Dalam laporan itu, ketiga erupsi tercatat dengan amplitudo 11-29.6 mm dan durasi selama 83 detik hingga 134 detik.

Lebih lanjut, dalam laporan itu terjadi juga sebanyak dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 7.4 mm hingga 7.4 mm dan durasi selama 34 detik hingga 35 detik, satu kali gempa low frekuensi dengan amplitudo 11 mm, durasi 25 detik, dan satu kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 7.4 mm, S-P : 1 detik, durasi delapan detik, tiga kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 7.4 mm-11 mm, S-P: 14-108 detik, durasi 124-192 detik.

Tags:    

Similar News