KAI Daop 7 Madiun segera perluas Stasiun Tulungagung

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun menegaskan komitmennya untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang melalui proyek perluasan Stasiun Tulungagung, Jawa Timur.

Update: 2025-08-22 04:15 GMT
Kondisi terkini Stasiun Tulungagung, Jawa Timur, yang masih sempit dan berhadapan langsung dengan jalan raya. ANTARA/HO-Soleh

Elshinta.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun menegaskan komitmennya untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang melalui proyek perluasan Stasiun Tulungagung, Jawa Timur.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun Rokhmad Makin Zainul, Kamis (21/8), mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari standar pelayanan minimum (SPM) PT KAI yang menempatkan keamanan penumpang sebagai prioritas utama.

"Kami utamakan lebih dulu peningkatan keamanan penumpang kereta api, karena kondisi stasiun yang sempit dan arus lalu lintas di depan stasiun cukup tinggi. Dengan perluasan ini, penumpang bisa lebih aman dan nyaman saat keluar maupun masuk stasiun,” ujar Rokhmad.

Perluasan ini diprioritaskan lantaran area depan stasiun saat ini dinilai sempit dan langsung berhadapan dengan jalan raya yang padat lalu lintas.

Rencana perombakan awal akan dimulai pada Desember 2025 hingga Januari 2026 dengan fokus pada area depan stasiun.

Setelah itu, proyek akan dilanjutkan ke sisi selatan dan utara, dengan target penyelesaian menyeluruh pada tahun 2028.

Selain menata ulang akses keluar-masuk, PT KAI juga akan menambah fasilitas pendukung untuk mitigasi risiko penumpang.

Rokhmad menjelaskan, seluruh anggaran proyek ditanggung oleh PT KAI Daop 7 Madiun tanpa menggunakan APBD Tulungagung, sebab lahan yang digunakan merupakan aset PT KAI.

Dalam proses penataan arus lalu lintas di sekitar stasiun, PT KAI akan berkoordinasi erat dengan Dinas Perhubungan Tulungagung agar rekayasa lalu lintas bisa berjalan aman dan minim gangguan bagi masyarakat.

“Proses perluasan ini perlu sterilisasi arus lalu lintas. Kami sudah berkoordinasi dengan Dishub Tulungagung, nantinya mereka yang akan mengatur pengalihan arus kendaraan ketika pekerjaan dimulai,” ujar Rokhmad.

Dengan langkah ini, PT KAI berharap keberadaan Stasiun Tulungagung sebagai salah satu simpul transportasi utama di wilayah selatan Jawa Timur bisa semakin representatif, aman, dan sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan pemerintah.

Tags:    

Similar News