Ratusan mahasiswa desak agar World Vape Fair dibatalkan

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI) menyuarakan penolakan terhadap World Vape Fair yang akan berlangsung di Jakarta Convention Centre  (JCC) pada 30-31 Agustus 2025 dan meminta pemerintah untuk membatalkannya.

Update: 2025-08-25 17:41 GMT
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI) menyuarakan penolakan terhadap World Vape Fair yang akan berlangsung di Jakarta Convention Centre  (JCC) pada 30-31 Agustus 2025 dan meminta pemerintah untuk membatalkannya.

Koordinator Daerah ISMKMI Jakarta Raya Qurrota Aini Al-Bahri saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, mengatakan World Vape Fair dikenal sebagai ajang pameran rokok elektronik terbesar yang menghadirkan ratusan merek, ribuan pengunjung, serta promosi masif melalui media sosial dan platform digital.

Menurutnya, acara tersebut bukan sekadar pameran bisnis, melainkan pintu masuk normalisasi produk adiktif yang secara terang-terangan menyasar generasi muda.

"ISMKMI dan jejaringnya menuntut pemerintah agar tidak menutup mata, segera bertindak membatalkan acara World Vape Fair, serta memperkuat perlindungan masyarakat melalui regulasi yang konsisten ditegakkan," ucapnya.

World Vape Fair, menurutnya, merupakan bentuk promosi besar-besaran industri yang jelas melanggar aturan yakni UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan beserta peraturan pelaksananya, yang menyebutkan bahwa iklan, promosi, dan sponsor produk tembakau maupun rokok elektronik dilarang, termasuk di media digital.

"Kehadiran acara ini justru menunjukkan betapa lemahnya pengawasan pemerintah terhadap industri yang merugikan kesehatan publik,” ujarnya.

Dia mengutip data Global Adults Tobacco Survey, yang menunjukkan prevalensi pengguna rokok elektronik meningkat sepuluh kali lipat dalam satu dekade terakhir, dari 0,3 persen pada 2011 menjadi 3 persen pada 2021.

Menurutnya, angka tersebut memperlihatkan bagaimana promosi gencar industri berhasil menarik minat remaja dan anak muda, sekaligus menegaskan bahwa kebijakan yang ada belum mampu memberikan perlindungan maksimal.

Bagi para mahasiswa kesehatan masyarakat, lanjutnya, penyelenggaraan World Vape Fair di Jakarta hanyalah salah satu dari strategi panjang industri adiktif.

"Setelah event ini Indonesia bahkan kembali dijadikan tuan rumah World Tobacco Asia pada Oktober mendatang di Surabaya. Indonesia seolah dibiarkan menjadi etalase internasional bagi industri tembakau dan rokok elektronik," ujarnya.

Selain itu hingga saat ini Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (KTR) DKI Jakarta belum juga disahkan dan dinilai memperburuk situasi tersebut.

Adapun bersama Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC) dan sejumlah komunitas masyarakat, ISMKMI menggelar Pawai Generasi Sehat Tanpa Rokok saat Car Free Day (CFD) sebagai bentuk penolakan tersebut.

Sebelum aksi ini berlangsung, pihaknya juga aktif melakukan kampanye daring melalui petisi, kampanye media sosial, hingga surat desakan yang melibatkan institusi kesehatan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Aksi di CFD tersebut, katanya, menjadi simbol perlawanan dan solidaritas anak muda untuk melindungi diri dari gempuran promosi industri. 

Tags:    

Similar News