Sebanyak 13 mahasiswa UMK lulus tanpa skripsi
Sebanyak 254 wisudawan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muria Kudus (FEB UMK) menggelar Pelepasan Calon Wisudawan Periode April 2026 pada Selasa (14/4) di Hotel Griptha Kudus Jawa Tengah, dengan berbagai capaian membanggakan dari para lulusan.
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Sebanyak 254 wisudawan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muria Kudus (FEB UMK) menggelar Pelepasan Calon Wisudawan Periode April 2026 pada Selasa (14/4) di Hotel Griptha Kudus Jawa Tengah, dengan berbagai capaian membanggakan dari para lulusan. Momentum ini menjadi penanda berakhirnya masa studi sekaligus awal langkah baru para lulusan dalam menapaki dunia profesional.
Dekan FEB UMK, Kertati Sumekar, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh calon wisudawan atas keberhasilan mereka menyelesaikan studi. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, serta dukungan doa dari keluarga.
“Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga bagi keluarga dan institusi. Kami berharap para lulusan mampu menjadi pribadi yang unggul serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Pada periode ini, FEB UMK mencatat capaian istimewa dengan 13 mahasiswa yang lulus tanpa melalui jalur skripsi konvensional, yang terdiri dari 11 mahasiswa Program Studi Manajemen dan 2 mahasiswa Program Studi Akuntansi. Kelulusan ini diperoleh melalui jalur prestasi akademik dan non-akademik, seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan skema PKM-K (Kewirausahaan) dan PKM-R (Riset), keberhasilan lolos pendanaan hingga Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), serta capaian juara dalam lomba Business Plan Competition, Marketing Competition, dan ajang kewirausahaan tingkat nasional lainnya. Hal ini mencerminkan inovasi dalam sistem pembelajaran yang semakin adaptif, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Prestasi membanggakan juga ditorehkan oleh salah satu lulusan, Muhammad Arif Abidin, yang menekuni hasil penelitian Wirausaha Merdeka tentang budidaya Lele Premium Borneo yang sekarang berhasil menembus pasar internasional melalui ekspor hingga ke Sarawak, Malaysia, dan tengah disiapkan untuk ekspansi luar negeri yang lebih luas.
Arif menyampaikan bahwa pengalaman selama kuliah menjadi bekal penting dalam mengembangkan usahanya.
“Program Wirausaha Merdeka dan pembelajaran manajemen pemasaran di UMK sangat membantu saya dalam mengembangkan usaha hingga bisa menembus pasar ekspor. Kuncinya adalah berani mencoba dan mengimplementasikan ilmu secara nyata,” ujarnya singkat seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Selasa (14/4).
Dekan FEB UMK turut menyampaikan terima kasih kepada para orang tua dan wali atas dukungan yang telah diberikan selama proses pendidikan. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak terlepas dari peran penting keluarga sebagai fondasi utama.


