19 Oktober 1945: Puluhan tentara Jepang dibantai di Kali Bekasi

Tepat pada 19 Oktober 1945 atau 76 tahun silam, Stasiun Kota Bekasi hingga Kali Bekasi menjadi saksi bisu pembantaian besar-besaran yang dilakukan pejuang Bekasi terhadap 90 serdadu Kaigun (Angkatan Laut Jepang).\r\n

Update: 2021-10-19 06:27 GMT
Sumber foto: https://bit.ly/3ADsdly/elshinta.com.
Indomie

Elshinta.com - Tepat pada 19 Oktober 1945 atau 76 tahun silam, Stasiun Kota Bekasi hingga Kali Bekasi menjadi saksi bisu pembantaian besar-besaran yang dilakukan pejuang Bekasi terhadap 90 serdadu Kaigun (Angkatan Laut Jepang).

Saat itu, 90 serdadu Jepang tersebut dipulangkan melalui jalur udara dari Kalijati, Subang menggunakan kereta api (KA) dari arah Stasiun Jatinegara. Namun, saat melintas Stasiun Bekasi, rangkaian KA tersebut dicegat dan digeledah.

Ketika dilakukan penggeledahan, sebuah tembakan meletus dari pihak Jepang. Massa pejuang di bawah komando Letda Zakaria langsung geram. Sebanyak 90 tentara Jepang tewas di tangan pejuang Bekasi. Selanjutnya jasad tentara Jepang tersebut dibuang ke Kali Bekasi, hingga menyebabkan Kali Bekasi menjadi merah.

Peristiwa berdarah itu kemudian diabadikan ke dalam Monumen Kali Bekasi yang terletak di Jalan Ir. H Juanda, Bekasi Selatan, dekat jembatan rel Kali Bekasi. Pada prasasti di monumen tersebut, tertuang sepenggal sejarah aksi para pejuang Bekasi melawan serdadu Jepang.

Bahkan, setiap tahun pada 19 Oktober, warga Jepang di Indonesia juga sering melakukan ritual tabur bunga di tepi Kali Bekasi untuk mengenang peristiwa pahit tersebut.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News