Keluhkan kerusakan jalur evakuasi, warga lereng Merapi ancam lapor ke Jokowi

Kerusakan jalan Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang sepanjang 6 KM merupakan jalur vital evakuasi jika terjadi erupsi Gunung Merapi.

Update: 2021-11-25 11:35 GMT
Sumber foto: Wiwik Endarwati/elshinta.com.

Elshinta.com - Kerusakan jalan Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang sepanjang 6 KM merupakan jalur vital evakuasi jika terjadi erupsi Gunung Merapi.

Sukiman warga dusun Deles desa Sidorejo mengatakan jalan yang rusak itu satu-satunya jalur evakuasi warga yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) I,II dan III kondisi jalannya rusak parah dan bisa membahayakan warga.

"Kerusakan jalan desa kami sudah terjadi selama 11 tahun, kondisi aspal jalan sudah tidak terlihat lagi dan saat hujan jalanan mirip seperti sungai. Kami dengan segala kemampuan sudah berusaha meminta bantuan pada pihak terkait namun tidak ada hasilnya," kata Sukiman, kepada Kontributor Elshinta, Wiwik Endarwati, Kamis (25/11).

Ia menambahkan jalan yang rusak ini berstatus jalan milik Pemkab Klaten yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum, selama ini warga telah melakukan perbaikan secara swadaya.

"Kami mendesak Pemkab Klaten segera memperbaiki jalan agar layak, jika tidak maka saya akan melaporkan kerusakan jalan ini kepada Presiden Jokowi dan kami berharap dengan adanya laporan itu akan ada perbaikan," tegasnya.

Sementara itu Kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Klaten, Suryanto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kerusakan jalur evakuasi Merapi di Desa Sidorejo. Ia menjelaskan pada APBD 2022 telah menganggarkan dana Rp5 miliar untuk memperbaiki jalur yang rusak itu.

"Saya dukung warga yang berniat melaporkan kerusakan jalan kepada Presiden semoga pemerintah pusat akan membantu dana untuk perbaikan jalan rusak di lereng Merapi.

Anggaran Rp5 miliar nanti diperuntukkan membangun jalan Kaliwuluh-Deles meskipun kami juga telah usulkan lewat anggaran APBD maupun Pemprov Jawa Tengah untuk ruas jalan tersebut," jelasnya.

Tags:    

Similar News