Minyak goreng masih langka di pasar tradisional Pujasera, Subang

Keberadaan minyak goreng curah di pasar tradisional Pujasera, Subang, Jawa Barat, langka. Hal tersebut sudah terjadi sejak pemerintah memberlakukan harga eceran tertinggi (HET) bagi minyak goreng curah tersebut.

Update: 2022-03-22 20:35 GMT
Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.

Elshinta.com - Keberadaan minyak goreng curah di pasar tradisional Pujasera, Subang, Jawa Barat, langka. Hal tersebut sudah terjadi sejak pemerintah memberlakukan harga eceran tertinggi (HET) bagi minyak goreng curah tersebut.

Para pedagang mengeluhkan sejak adanya subsidi terhadap minyak goreng curah, kini keberadaannya malah hilang. Sudah empat hari, para pedagang kini tidak menjual minyak goreng curah.

Menurut pedagang sembako Suryani, pihaknya kini sudah tidak menjual minyak goreng curah. Biasanya rutin ada pengiriman dari agen, namun kini sejak adanya HET pengiriman terhenti.

"Biasanya sehari 20 kilogram minyak goreng curah habis terjual, sekarang gak bisa jualan karena stoknya kosong," ujar Suryani kepada Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Selasa (22/3).

Namun berbeda dengan Sera Febriani, pedagang sembako lainnya di Pasar tradisional Pujasera, Subang, dia masih menjual minyak goreng curah. Namun harganya jauh dari HET yaitu Rp.21.000 perkilogramnya.

"Saya masih jual karena nyari keliling ke para agen minyak goreng curah, alhamdulillah masih kebagian," katanya.

Tags:    

Similar News