Proyek beautifikasi Stasiun Yogyakarta dimulai hingga 5 bulan ke depan

Daop 6 Yogyakarta memulai proyek Beautifikasi Stasiun Yogyakarta pada Februari 2024. Proyek renovasi untuk peningkatan pelayanan pelanggan tersebut bakal berjalan hingga 5 bulan kedepan. 

Update: 2024-02-16 23:45 GMT
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com

Elshinta.com - Daop 6 Yogyakarta memulai proyek Beautifikasi Stasiun Yogyakarta pada Februari 2024. Proyek renovasi untuk peningkatan pelayanan pelanggan tersebut bakal berjalan hingga 5 bulan kedepan. 

"Ada beberapa penyusaian terhadap alur (flow) penumpang KA di Stasiun Yogyakarta khususnya di pintu timur yang lokasinya diakses melalui Jalan Pangeran Mangkubumi. Penyesuaian ini mulai dilakukan sejak Kamis, 15 Februari 2024," ujar Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Krisbiyantoro, Jumat (16/2).

Penyesuaian meliputi beberapa hal yaitu memindahkan area boarding gate manual dan pencetakan tiket di Pintu Timur Stasiun Yogyakarta yang semula berada di tengah, menjadi digeser ke area samping memanfaatkan pintu keluar darurat. Kemudian juga untuk sementara Face Recognition Boarding Gate di pintu timur juga ditiadakan karena keterbatasan area. 

"Pelanggan dapat mengakses pintu selatan yang berada di Jalan Pasar Kembang untuk kemudahan proses boarding dan lainnya," imbuhnya.

Kemudian penyesuaian pada area drop zone timur, hanya dapat digunakan untuk kendaraan kecil seperti sepeda motor dan mobil kecil. Untuk drop zone kendaraan besar dapat menggunakan akses masuk pintu selatan.

Proses pekerjaan beautifikasi Stasiun Yogyakarta ini diperkirakan akan memakan waktu kurang lebih 5 bulan dan diperkirakan selesai pada bulan Juni 2024. Adapun visi yang diusung dalam proyek renovasi ini adalah menjaga nilai heritage dari Stasiun Yogyakarta.

Dengan aktifitas transportasi antar kota yang sangat tinggi di Stasiun Yogyakarta, diperkirakan dapat membuat adanya desakan akan kebutuhan ruang yang dapat mengakibatkan nilai heritage stasiun menjadi tergerus. Untuk menghindari adanya desakan yang dapat mengakibatkan kemungkinan berkurangnya nilai heritage atau terjadinya kerusakan, diperlukan rencana revitalisasi, tidak hanya pada skala bangunan, namun juga skala kawasan. Oleh karenanya KAI memberikan ubahan pada Stasiun Yogyakarta untuk terus mempertahankan nilai historis stasiun.

"Kami adaptif dengan keadaan di lapangan nantinya dan mengupayakan pelayanan yang maksimal kepada pelanggan serta memperhatikan kelancaran flow penumpang," kata Krisbiyantoro seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo.

"Selain memperhatikan faktor estetika, pada roses beautifikasi ini Daop 6 juga memperhatikan faktor keselamatan. Kami mengimbau agar pelanggan di Stasiun Yogyakarta selalu mengikuti arahan dari petugas di stasiun serta selalu perhatikan petunjuk-petunjuk arah untuk pengaturan flow pelanggan KA di stasiun," pungkasnya. 

Tags:    

Similar News