Smart Card Wajib Dimiliki, Tanda Validitas Jemaah Haji

Arab Saudi akan menerbitkan kartu pintar (smart card) bagi jemaah haji seluruh dunia untuk mencegah jamaah haji ilegal masuk.  Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI  Hilman Latief mengatakan smart card menandakan bahwa jamaah telah memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan. \\\\r\\\\n\\\\r\\\\n

Update: 2024-05-11 19:03 GMT
Dirjen PHU Kemenag RI, Hilman Latief disela sela ramah tamah dengan petugas haji Daker Bandara dan Madinah. Credit foto : Khairul Umami/MCH2024 ( Yuniar K/MCH2024)

Elshinta.com Arab Saudi akan menerbitkan kartu pintar (smart card) bagi jemaah haji seluruh dunia untuk mencegah jamaah haji ilegal masuk.  Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI  Hilman Latief mengatakan smart card menandakan bahwa jamaah telah memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan. 

" Smartcard ini merupakan salah satu alat yang disediakan oleh Kerajaan Saudi untuk menjaga validitas data jamaah haji yang akan melaksanakan haji tahun 2024 ini, ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang tidak ada dan sudah menjadi wacana" kata Hilman Latief di Madinah, Jumat (10/05) malam WAS.

Hilman menjelaskan dengan adanya smart card ini data diri jemaah haji akan terdeteksi melalui QR Code yang terdapat dalam Smartcard tersebut. Jemaah akan dibekali dengan Id Card yang berisi QR Code. 

"Dengan QR Code yang terdapat di dalam Smartcard akan sekali tembak QR Code-nya itu langsung terdeteksi pada data jamaah itu, itulah yang menunjukkan validitas jamaah itu, maka semua jamaah harus memiliki" jelas Hilman.

Lebih lanjut Hilman menegaskan Smartcard ini wajib dimiliki oleh seluruh jemaah haji di dunia sebagai wujud legalitas pelaksanaan ibadah haji. Nantinya pihak kerajaan Arab Saudi akan melakukan pemeriksaan intensif di seluruh titik keramaian di tanah suci.
" Kalau kita lihat di media, Kerajaan Arab Saudi sudah mengumumkan akan melakukan pemeriksaan intensif di banyak tempat, mulai dari terminal, masjid, tempat belanja dimana mana" ungkap Hilman.

Hilman juga mengungkapkan apabila ada jamaah haji yang ketahuan tidak memiliki smart card maka akan dikenakan sanksi tegas. Berupa denda sebesar 10 ribu riyal, deportasi, hingga tidak boleh datang ke Tanah Suci selama 10 tahun.
"Untuk masuk Masyair di Arafah, Muzdalifah, dan Mina itu harus ada kartu tersebut. Bahkan nanti pergeseran dari hotel menuju Arafah itu bus dicek satu persatu. Dihitung berapa orang di seat busnya, baru boleh jalan sampai ke Arafah. Jadi tidak ada penumpang gelap di jalan" ungkap Hilman

Sebagai awalan, Kemenag akan memberikan 10 ribu Smartcard yang akan dibagikan ketika di embarkasi di Indonesia. Sisanya akan dibagikan saat jamaah tiba di Makkah.
"10 ribu akan dibagikan di tanah air di beberapa embarkasi terdekat, sisanya nanti dibagikan disini ( Arab Saudi)" papar Hilman.

Hilman pun menghimbau agar para jemaah calon haji asal Indonesia untuk menjaga smarrcard tersebut agar tidak hilang karena sangat penting sebagai tanda validitas jamaah di Arab Saudi.

" Mudah mudahan tidak hilang ya, kalau hilang nanti kami usahakan carikan gantinya, karena memang dari mitra kita di masyariq maupun Nusuk sudah ada sparenya" turur Hilman. (Yuniar K/MCH2024) 

Tags:    

Similar News