Keraton Solo peringati naik tahta Raja PB XIII ke-21, acara dimodifikasi
Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo menggelar upacara peringatan kenaikan tahta atau tingalan dalem jumenengan ke-21.
Elshinta.com - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo menggelar upacara peringatan kenaikan tahta atau tingalan dalem jumenengan ke-21. Dalam hal ini Raja Keraton Surakarta, Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwono (PB) XIII pada Sabtu (25/1/2025). Hal ini dikatakan Ketua panitia tingalan dalem jumenengan, KGPH Adipati Dipokusumo.
"Hari prosesi miyos dalem, di sasana sewaka dihadiri Sentono dalem, abdi dalem dan tamu undangan. Tamu undangan putra dalem sudah konfirmasi hadir," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Agung Santoso, Selasa (28/1).
Upacara adat berlangsung secara turun temurun ini saat ini dipusatkan di Sasana Sewaka Keraton Solo. Lebih lanjutnya, acara ini punya makna berkaitan culture heritage atau, wisata budaya. Dalam hal ini berkaitan nilai tradisi yang punya manfaat ekonomis bagi masyarakat.
"Maka kita coba dengan semacam modifikasi. Jadi semua tata cara adat kegiatan yang berkaitan dengan bermuatan nilai budaya dikemas supaya punya nilai ekonomi, menghasilkan suatu manfaat kepada masyarakat," terusnya.
Dalam prosesi ini, ia menyampaikan, tari Bedaya Ketawang menjadi sajian utama selama upacara kenaikan tahta berlangsung. Tarian berusia ratusan tahun ini ditarikan sembilan penari perempuan. Jenis tarian ini ditetapkan secara nasional sebagai warisan budaya tak benda.
"Penampilan tari bedaya ketawan ini biasanya 1,5 jam sampai dua jam waktunya," kata Dipo.
Berikutnya juga bisa dilihat, beberapa prosesi dengan pelengkap atau ubo rampe dari pakaian, batik, keris. Bahkan ada gamelan yang dibunyikan sesuai tradisi prosesi, dimana sudah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda.
"Seperti tata cara sebelumnya, jumenengan ini juga memberikan ganjaran, nomo, pangkat," lanjutnya.
Pemberian ini telah berlangsung sehari sebelumnya dalam prosesi penerimaan gelar. Mereka yang mendapat gelar, kata dia, ada beberapa kepala daerah berasal dari luar jawa seperi Minahasa. Meskipun demikian, ia tidak bisa merinci siapa saja yang mendapat gelar.
"Untuk tamu undangan, tidak sampai seribu, untuk hadir abdi dalem, bisa dilihat sendiri," terangnya.
Pada kesempatan itu, kerabat Keraton Kanjeng Pangeran Edhi Wirabhumi mengatakan tamu nasional yang hadir diantaranya Dirjen Kebudayaan. Berikutnya, acara ini ada prosesi juga pisowanan atau ucapan selamat kepada raja dalam peringatan naik tahta.
" Besok acara kirab dengan rute mengelilingi Keraton Surakarta," ujarnya.