14 Maret 2009: Berjalan 16 tahun kasus penembakan Nasrudin Zulkarnaen
Tanggal 14 Maret hari ini, 16 tahun lalu, Nasrudin Zulkarnaen ditembak orang tak dikenal. Kala itu, mobil yang ia tumpangi bergerak lambat di tepian danau di dekat lapangan golf,tiba-tiba dua pria dengan sepeda motor muncul dari arah belakang kiri mobil. Salah satu pria kemudian mengeluarkan senjata api laras pendek dan menembak Nasrudin sebanyak dua kali.
Elshinta.com - Tanggal 14 Maret hari ini, 16 tahun lalu, Nasrudin Zulkarnaen ditembak orang tak dikenal. Kala itu, mobil yang ia tumpangi bergerak lambat di tepian danau di dekat lapangan golf,tiba-tiba dua pria dengan sepeda motor muncul dari arah belakang kiri mobil. Salah satu pria kemudian mengeluarkan senjata api laras pendek dan menembak Nasrudin sebanyak dua kali.
Dua peluru bersarang di pelipis kiri Nasrudin dan kemudia ia dilarikan ke Rumah Sakit Mayapada. Dokter menunda operasi sebab pendarahan tak berhenti dan keesokan harinya, Nasrudin meninggal dunia.
Polisi menyelidiki kasus ini dan memeriksa saksi. Salah satu nya adalah politisi Antasari Azhar turut terseret. Ketua KPK saat itu diduga terlibat sebagai dalang pembunuhan. Bukti berupa SMS bernada ancaman dikaitkan dengannya.
“Isinya permintaan maaf. Seperti ini: ‘Maaf… masalah ini hanya kita berdua yang tahu. Kalau ini sampai ter-blow up, tahu konsekuensinya,'” kata pengacara keluarga Nasrudin, Jeffry Lumempouw, dikutip Harian Kompas.
Dilain kesempatan, Antasari membantah telah mengirim pesan tersebut dan menyebut tudingan itu tidak benar. Antasari mengaku mengenal Nasrudin dengan baik, Akan tetapi, ia bersikeras bahwa KPK justru tengah melindungi Nasrudin yang merupakan saksi dari kasus dugaan korupsi di PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).
"Kalau saya dibilang tidak kenal, itu bohong karena fakta hukum saya harus melindungi mereka yang menyampaikan info kepada KPK. Nasrudin termasuk orang yang sering memberikan info," tuturnya.
Terlepas dari bantahan itu, Antasari resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh polisi pada 4 Mei 2009.